Sponsors Link

17 Jenis-Jenis Penguin di Dunia dan Ciri-cirinya

Penguin adalah hewan akuatik yang masuk ke dalam ordo Sphenisciformes dan family Spheniscidae. Penguin termasuk burung tetapi tidak bisa terbang. Kita bisa menemukan penguin di belahan bumi bagian selatan. Berdasarkan data hewan penguin memiliki 17 jenis spesies dari seluruh dunia. Jika kita mengenal penguin hanya hidup di daerah yang bersuhu dingin saja, maka hal tersebut salah. Karena ada juga penguin yang hidup di daerah tropis. Baca juga mengenai jenis-jenis ikan hias air tawar.

Berbicara tentang ukuran tubuh penguin, maka penguin Aptenodytes forsteri merupakan yang terbesar dengan tinggi mencapai 1,1 m serta bobot badan seberat kurang lebih 35 kg. Penguin yang memiliki ukuran tubuh yang besar biasanya lebih mampu bertahan dan menyesuaikan diri terhadap suhu dingin. Selain itu, juga memiliki kemampuan berenang dan menyelam lebih baik, yaitu bisa mencapai 565 meter dalam waktu 20 menit.

Sedangkan untuk penguin terkecil adalah Eudyptula minor dengan tinggi sekiatr 33-43 cm serta bobot badan seberat 1 kg. Penguin ini biasa juga disebut penguin peri. Penguin berukuran kecil ini bisa ditemukan di daerah tropis. Kemampuan menyelamnya tidak sebagus penguin berukuran besar. Penguin peri ini hanya mampu menyelam untuk mencari makanan hanya satu hingga dua menit lamanya. Namun, secara umum, penguin mampu berenang dengan kecepatan 6-27 km/jam. Baca juga mengenai ikan hias air tawar termahal.

Jika melihat ciri-ciri dari anatomi tubuhnya, maka tubuh penguin terdiri dari dua warna, yaitu warna putih di bagian dalam tubuhnya dan warna gelap di bagian luar. Perbedaan warna ini memiliki fungsi untuk melakukan kamuflase jika ada pemangsa yang mengintai. Bentuk tubuh penguin terlihat sangat lucu dan unik. Bentuk ini telah disesuaikan untuk berenang, yaitu terdiri dari saya yang digunakan sebagai alat dayung ketika di dalam air. Sementara itu, ketika di daratan, penguin mengandalkan ekor dan sayapnya agar tetap seimbang pada saat berjalan.

Untuk kebutuhan minumnya, penguin memperolehnya dari air laut. Tidak seperti hewan lain yang tidak memiliki penyaring untuk zat-zat yang bergaram, maka penguin memiliki kelenjar yang disebut supraorbital yang berfungsi menyaring garam berlebih dari air laut. Sementara itu, untuk makanan yang dikonsumsi, penguin biasanya mencari kerang-kerangan, ikan, cumi, atau hewan air lainnya. Untuk mencari makanan penguin mengandalkan penglihatannya untuk menemukan makanan.

Penguin juga tidak terlepas dari pemangsa yang kerap mengintai. Pemangsa yang kerap diwaspadai penguin adalah singa laut. Oleh karena itu, penguin mengandalkan pendengarannya yang sangat baik. Penguin kerap mengandalkan pendengarannya ketika berada di daratan untuk awas terhadap pemangsa yang bisa datang dari arah mana saja. Jika berbicara tentang kelamin penguin, maka sama seperti hewan yang masuk dalam kelas aves, seperti ayam dan bebek, penguin juga tidak memiliki kelamin eksternal. Sehingga untuk mengetahui jenis kelamin penguin, kita harus melakukan pemeriksaan terhadap DNA-nya. Berikut ini adalah jenis-jenis penguin yang telah kami dapatkan dari berbagai sumber. (

1. Penguin Emperor (Aptenodytes forsteri)

Penguin Emperor (Aptenodytes forsteri)

Merupakan jenis penguin terbesar dengan tinggi badan satu meter dan bobot seberat 35 kg. Penguin ini memiliki kaki yang berjaring dan bulu tebal kedap air. Ciri-ciri yang paling khas adalah adanya garis kuning samar pada lehernya. Penguin ini bisa ditemukan di sepanjang wilayah tepi pantai Benua Antartika, dan bisa bertahan di sana karena memiliki lemak pada tubuhnya setebal 2-3 cm.

2. Penguin Adelie (Pygoscelis adeliae)

Penguin Adelie (Pygoscelis adeliae)

Penguin jenis ini bisa ditemukan di sepanjang pantai Antartika dan bermigrasi sepanjang 13.000 km selama musim dingin. Panjang tubuhnya setinggi 70 cm dengan verat 4-5,5 kg. Terdapat bulu pada bagian belakang kepalanya, yang jika telah dewasa maka akan tumbuh menjadi jambul.

3. Penguin Gentoo (Pygoscelis papua)

Penguin Gentoo (Pygoscelis papua)

Jenis penguin ini paling dekat hubungannya dengan penguin Adeliae. Nama ‘Gentoo’ berasal dari istilah Anglo-India untuk membedakan Hindu dan Muslim. Di mana bercak putih yang ada di kepalanya dianggap mirip sorban.

4. Penguin Chinstrap (Pygoscelis antarctica)

Penguin Chinstrap (Pygoscelis antarctica)

Penguin ini bisa ditemukan di berbagai pulau dan di pantai yang berada di Pasifik Selatan dan Samudera Antartika. Tinggi penguin ini sekitar 68-76 cm dengan berat 3-6 kg, di mana jantan memiliki berat dan tinggi badan lebih besar disbanding betina. Cirinya ditandai dengan sayap penguin dewasa yang berwarna hitam serta tepinya berwarna putih.

5. Penguin Rockhopper (Eudyptes chrysocome)

Penguin Rockhopper (Eudyptes chrysocome)

Para ilmuwan memberinya nama tersebut karena kemampuannya mengatasi rintangan dengan meluncur menggunakan perut mereka. Selain itu penguin ini juga mampu memanjat menggunakan sayapnya, serta berjalan atau melompati batu-batu besar. Sebenarnya perilaku tersebut bisa ditemukan juga pada penguin genus Eudyptes, akan tetapi penguin jenis inilah yang pertama kali menunjukkan perilaku tersebut.

6. Penguin Fiordland (Eudyptes pachyrhynchus)

Penguin Fiordland (Eudyptes pachyrhynchus)

Penguin ini dikenal juga dengan nama penguin jambul. Hal tersebut karena adanya ciri khas yang dimilikinya, yaitu sebuah jambul pada bagian kepalanya. Penguin ini bisa ditemukan di sepanjang pantai barat Selandia Baru dan pulau-pulau yang ada di sekitarnya.

7. Penguin Snares (Eudyptes robustus)

Penguin Snares (Eudyptes robustus)

Penguin ini juga memiliki ciri khas berupa jambul di bagian kepalanya. Penguin ini berasal dari Selandia Baru akan tetapi berkembang biak di Kepulauan Snares. Ukuran tubuhnya tergolong kecil dengan tinggi 50-70 cm serta berat sekitar 2,5-4 kg. Kita bisa melihat pada bagian tubuhnya memiliki ciri berwarna biru-hitam pada bagian atas. Selain itu juga terdapat garis alis berwarna kuning dengan bentuk memanjang sepanjang mata.

8. Penguin Royal (Eudyptes schlegeli)

Penguin Royal (Eudyptes schlegeli)

Penguin ini bisa ditemukan di Pulau Macquarie dan beberapa pulau sekitarnya. Sebuah fakta mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari International United Conservation Nature (IUCN) menunjukkan bahwa spesies penguin royal ini terancam punah.

9. Penguin Erect-Crested (Eudyptes sclateri)

Penguin Erect-Crested (Eudyptes sclateri)

Penguin ini juga memiliki ciri khas yang terletak pada jambulnya. Akan tetapi bentuknya tegak, sehingga disebut penguin jambul tegak. Penguin ini juga berasal dari Selandia Baru tetapi berkembang biak di Kepulauan Bounty dan Antipodes. Ciri khas lainnya yaitu bagian atas tubuhnya yang berwarna hitam serta garis mata berwarna kuning. Namun, selama beberapa decade, populasi penguin ini telah mengalami penurunan dan dinyatakan sebagai hewan yang terancam punah.

10. Penguin Makaroni (Eudyptus chrysolophus)

Penguin Makaroni (Eudyptus chrysolophus)

Penguin ini adalah satu dari enam jenis penguin yang memiliki ciri khas terletak pada jambulnya. Untuk ukuran penguin dewasa memiliki tinggi hingga 70 cm dengan berat sekitar 5,5 kg. Selain itu, antara kelamin jantan dan betina tidak menampakkan perbedaan yang berarti, akan tetapi yang jantan terlihat sedikit lebih besar.

11. Penguin Mata Kuning (Megadyptes antipodes)

Penguin Mata Kuning (Megadyptes antipodes)

Jenis penguin ini berkembang biak di sekitar South Island Selandia Baru. Selain itu juga bisa ditemukan di pulau Stewart, Auckland, Semenanjung Otago, dan Campbell. Para wisatawan yang berkunjung ke Semenanjung Otago bisa menemukan dan menghampiri penguin ini lebih dekat lagi.

12. Penguin Kecil (Eudyptula minor)

Penguin Kecil (Eudyptula minor)

Dengan tinggi hanya sekitar 33-43 cm penguin ini digolongkan sebagai penguin terkecil, dan bisa ditemukan di garis pantai selatan Australia dan Selandia Baru. Di Australia penguin ini lebih dikenal sebagai penguin peri, sedangkan di Selandia Baru dikenal dengan nama penguin biru kecil karena bulunya yang berwarna biru.

13. Penguin White Flippered (Eudyptula albosignata)

Penguin White Flippered (Eudyptula albosignata)

Penguin ini disebut sebagai penguin sirip putih karena terdapat tanda putih pada sayapnya dengan tinggi sekitar 30 cm serta bobot badan seberat 1,5 kg. Habitat penguin ini terletak di Semenanjung Bank dan Pulau Motunau, Selandia Baru, dengan spesies sebanyak 3.750 pasang.

14. Penguin Afrika (Penguin jackass)

Penguin Afrika (Penguin jackass)

Dengan tinggi yang dimiliki sekitar 60-70 cm serta bobot badan seberat 3,7 kg, penguin ini memiliki bulu berwarna hitam pada bagian atas tubuh dan putih dengan bercak-bercak hitam kecil pada bagian bawah. Akan tetapi, ciri khas penguin ini adalah terdapat pola dengan warna merah muda yang bisa terlihat di atas matanya. Penguin ini bisa ditemukan di wilayah-wilayah yang tergolong tropis.

15. Penguin Magellan (Spheniscus magellanicus)

Penguin Magellan (Spheniscus magellanicus)

Penguin ini tercatat oleh IUCN sebagai penguin yang terancam punah. Berasal dari Amerika Selatan dan tergolong genus Spheniscus yang paling banyak. Nama Magellan diberikan sesuai nama seorang penjelajah yang pertama kali menemukannya bernama Ferdinand Magellan yang berasal dari Portugis. Jenis penguin ini berkembang biak di pesisir Argentina, Chili, dan Kepulauan Falkland, serta kerap bermigrasi ke Brasil.

16. Penguin Humboldt (Spheniscus humboldti)

Penguin Humboldt (Spheniscus humboldti)

Jenis penguin ini berasal dari Amerika Selatan dan sebagian besar berada di sekitar pantai Chili dan Peru. Namun, ada juga yang hidup di Cagar Alam Nasional Pinguino de Humbold di Chili Utara. Kerabat terdekat penguin ini adalah penguin Magellan, penguin Afrika, dan Penguin Galapagos. Penguin ini berada di daftar penguin dengan populasi rentan oleh IUCN.

17. Penguin Galapagos (Spheniscus mendiculus)

Penguin Galapagos (Spheniscus mendiculus)

Penguin ini adalah satu-satunya penguin yang bisa ditemukan di bagian utara khatulistiwa. Namun, ada juga yang hidup di bagian pesisir Afrika dan daratan Amerika Selatan. Jenis ini juga merupakan salah satu penguin berpita.

Itulah jenis-jenis penguin yang ada di dunia yang bisa kami informasikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa membantu dalam menambah pengetahuan Anda.

, , , ,
Post Date: Wednesday 23rd, October 2019 / 09:09 Oleh :
Kategori : Burung