Sponsors Link

11 Cara Memilih Bibit Kambing yang Bagus

Tujuan utama bertenak bibit hewan kambing adalah untuk menghasilkan daging dan susu, meskipun dari ternak bibit hewan kambing dapat pula dihasilkan bulu, kulit, dan hasil lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengolaan ternak secara baik, seperti memilih bibit bibit hewan kambing untuk bibit hewan kambing.

Ternak bibit hewan kambing dalam pemeliharaannya akan melakukan perkembangbiakan. Agar perkembangbiakan dapat berlangsung sukses dan menghasillkan anakan yang baik. Memilih bibit bibit hewan kambing sebagai calon bibit hewan kambing yang baik merupakan kunci utama pemeliharaan bibit hewan kambing. Bibit hewan kambing bibit hewan kambing betina yang bertubuh besar pada umumnya dapat menghasilkan susu yang lebih banyak.  ( Baca juga : budidaya kambing biri biri)

Hal pokok yang harus diperhatikan dalam memilih bibit hewan kambing betina adalah calon bibit hewan kambing harus sehat, tampak bersemangat, aktif bergerak, kepala selalu tegak, mata bercahaya, pertumbuhan bagus, rambut dan bulunya mengilab dan bebas dari cacat tubuh menurun.  ( Baca juga : cara membantu kambing melahirkan)

Bibit merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan usaha pengembiakan ternak bibit hewan kambing  secara komersial. Berikut adalah beberapa kriteria calon bibit hewan kambing jantan dan betina yang baik dalam melakukan ternak bibit hewan kambing. ( Baca juga : teknik dasar ternak kambing)

11 Cara Memilih Bibit Kambing yang Bagus.

1. Syarat calon bibit hewan kambing betina

Pemilihan calon bibit hewan kambing betina bertujuan agar hasil anakan yang diperoleh memiliki sifat-sifat yang baik. Berikut adalah beberapa persyaratan dalam memilih calon bibit hewan kambing. ( Baca juga : cara mudah ternak kambing gibas)

  • Calon bibit yang dibeli berasal langsung dari peternak.
  • Ukuran badan besar, tapi terlalu gemuk. Bentuknya kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus. Bulu bersih dan mengkilap.
  • Keempat kakinya lurus terlihat kokoh, serta tumit tinggi.  ( Baca juga : cara merawat anak domba yang baru lahir)
  • Umur lebih dari satu tahun dan telah mengalami berahi sebelum sebelum umur satu tahun.
  • Bentuk dan ukuran alat kelamin normal, ambingnya tidak terlalu menggantung, isinya kenyal, tidak terinfeksi, serta puting susu berjumlah dua dengan ukuran dan posisi simetris.

2. Tidak ada cacat dan keibuan

  • Tidak ada cacat di bagian tubuhnya. Misalnya di telinga, mulut, ekor, atau hidung. Selain itu, mata tidak rabun atau buta yang dapat dicek dengan mendekatkan jari pada mata. Bila tidak ada kedipan, berarti ternak tersebut buta atau rabu.
  • Mempunyai sifat keibuan yang terlihat dari tingkat kejinakkan ternak dan sorot mata yang ramah
  • Bedasarkan buku catatan, pilih bibit hewan kambing atau bibit hewan kambing yang lahir kembar, atau kelahiran tunggal yang berasal dari bibit hewan kambing muda dan mempunyai pertumbuhan yang baik.
  • Jumlah gigi dipilih yang lengkap dengan rahang atas dan rahang bawah rata. Tujuannya agar bibit hewan kambing dapat memamah biak dengan baik

3. Syarat calon bibit hewan kambing jantan

Sebelum mengawinkan, harus dipilih terlebih dahulu calon bibit hewan kambing jantan yang baik, seperti dari postur tubuh dan beberapa kriteria lainnya. Dengan demikian, anakan yang dilahirkan juga memiliki sifat yang sama dengan bibit hewan kambingnya. Berikut adalah kriteria pejantan yang harus diperhatikan.

4. Bentuk tubuh

  • Ukuran badan normal, tubuh panjang, dan besar, bentuk perut normal, dada dalam dan lebar, kaki kokoh, lurus kuat dan terlihat tonjolan tulang yang besar pada kaki, mata tidak rabun atau buta.
  • Pertumbuhannya relatif cepat
  • Gerakannya lincah dan terlihat ganas.
  • Alat kelamin normal dan simetriss serta sering terlihat ereksi.
  • Tidak pernah mengalami penyakit yang serius.

5. Perhatikan umur dan asalnya

  • Umurnya antar 1,5-5 tahun.
  • Pilih calon pejantan yang berasal dari dari kelahiran kembar dan berasal dari bibit hewan kambing dengan jumlah anak lahir lebih dari dua ekor. Bila berasal dari kelahiran tunggal, pilih pejanntan yang berasal dari bibit hewan kambing dengan jumlah anak hanya satu ekor.
  • Calon bibit yang dibeli berasal langsung dari peternak.

6. Seleksi

  • Calon bibit hewan kambing yang baik dapat diketahui dengan melakukan seleksi. Seleksi bisa dilakukan dengan memperhatikan catatan kemampuan produksi setiap individu anak yang dicirikan dari timbangan berat waktu lahir, jumlah kelahiran, dan berat diwaktu sapih. Selain itu, dapat diketahui pula dari kemampuan produksi tetuanya (bibit hewan kambing jantan dan betina) serta saudara-saudara dari anak pejantan.
  • Setelah itu, dilakukan proses seleksi dengan memperhatikan penampilan fisik ternak muda mulai dari depan, samping kanan dan kiri, serta belakang. Calon yang dipilih adalah yang memiliki bentuk tubuh bagus, seimbang, dan tidak cacat. Setelah itu, perhatikan pula kesesuaian ketentuan umur, warna kulit, tinggi gumba, keadaan gigi, berat badan dengan kriteria bibit sesuai dengan persyaratan dan mutu bibit yang berlaku.

7. Karakter

  • Karakter yang baik terlihat dari ekspresi muka yang cerah, tenang, pandangan mata berseri. Bibit hewan kambing jantan yang baik sifatnya agresif dan tidak ada kelainan pada alat kelaminnya. Bibit hewan kambing betina yang baik bertingkah laku normal dengan sifat keibuan.
  • Bentuk tubuh normal dan bagian belakang tubuh tampak berat. Hal ini merupakan tanda bahwa bibit hewan kambing itu mampu mendukung berat air susu.

8. Dilihat dari bentuk tubuh

  • dari arah depan: tubuh terlihat besar, kaki lurus, dan jarak antarkakinya lebar.
  • dari samping: tubuh terlihat tinggi, panjang, dan dalam. Punggung lurus dan bentuk tubuh terlihat persegi panjang.
  • dari arah belakang: tubuh terlihat besar, serta kaki belakang berantara lebar dan kuat, tulang rusuk berkembang sehingga dada terlihat luas dan perkembangan daging baik.

9. Khusus betina

Khusus bibit hewan kambing betina, bentuk ambingnya besar, rasanya lembut kalau dipegang, dan mudah dilipat-lipat. Bulu yang tumbuh di sekitar ambing lembut dan halus. Di bawah kulit ambing terlihat urat-urat pembuluh darah dan kulit ambingnya mengisut. Puting susu bergantung pada ambing serta bentuknya simetris dan ukurannya cukup besar. Sifatnya keibuan, gerak-geriknya ramah, jinak, serta mampu melahirkan anak kembar.

10. Khusus Jantan

Khusus bibit hewan kambing jantan, tubuhnya besar dan kuat, buah zakar panjang, dan sifat kejantanannya terlihat nyata. Calon bibit hewan kambing jantan berasal dari bibit hewan kambing betina yang beranak dua atau lebih agar dapat menurunkan anak kembar.

11. Catat riwayat

Untuk mendukung keberhasilan dalam pemilihan calon bibit, sebaiknya diperlukan buku catatan. Dalam buku catatan tersebut juga dicatat penyakit yang pernah diderita, terutama penyakit kronis.

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

, , , , ,
Post Date: Wednesday 08th, May 2019 / 08:37 Oleh :
Kategori : Kambing