9 Perlengkapan dan Peralatan Akuarium Beserta Fungsinya

Ikan hias termasuk ke dalam peliharaan yang cukup populer di kalangan pecinta hewan. Selain menjadi hewan peliharaan bisa juga menjadi hobi yang mengasyikkan.

Biasanya orang-orang akan meletakkan ikan peliharaan tersebut dalam akuarium di dalam rumah. Memelihara ikan juga dapat membantu menghilangkan stres dan menenangkan pikiran.

Memelihara ikan di dalam akuarium bukanlah hal yang sederhana. Biaya perawatannya bisa mencapai jutaan rupiah, tetapi jika sudah hobi atau kegemaran, harga tentu bukan masalah.

Memiliki perlengkapan dan peralatan akuarium yang tepat merupakan faktor penting dalam keberlangsungan hidup ikan-ikan yang di dalamnya. Karena jika perlengkapan akuarium tidak sesuai atau kurang, akan sangat memungkinkan ikan-ikan peliharaan anda akan cepat mati.

Salah satu kekurangan memelihara ikan di akuarium adalah area yang terbatas, sehingga hanya bisa memuat beberapa ekor ikan, serta akuarium dapat cepat kotor, berlumut dan ikan-ikan akan cepat mati.

Namun permasalahan teknis seperti hal tersebut, sudah bukan lagi menjadi hambatan, karena dengan adanya peralatan dan perlengkapan akuarium semua masalah tersebut dapat teratasi. Bahkan akuarium bisa menjadi dekorasi yang indah, penuh estetika dan enak dipandang mata.

Anda perlu memahami apa saja peralatan akuarium yang perlu disiapkan dan dipasang berikut ini:

1. Aerator

aerator

Area permukaan air di akuarium sangat terbatas sehingga jumlah oksigen terlarut dalam air sangatlah kurang, aerator atau pompa udara dapat mengatasi kekurangan oksigen di dalam air akuarium.

Alat ini menghasilkan gelembung udara yang sekilas menyerupai gerakan air dari mata air, oksigen dihasilkan dari gerakan riak pada permukaan air (walaupun bukan oksigen murni).

Menambahkan aerator pada akuarium bukan berarti Anda dapat memasukan ikan yang lebih banyak ke dalam akuarium karena mengganggap oksigen lebih banyak, jumlah ikan tetap harus disesuaikan dengan volume akuarium.

Gelembung udara dari aerator ketika sampai ke atas permukaan air, maka gelembung udara akan berdifusi ke dalam udara bebas dan terbawa air.

Sedangkan karbondioksida dalam air terlepas ke udara bebas, hasil dari gerakan air ini mengakibatkan stratifikasi dalam air tidak lagi terjadi. Air yang statis akan menyebabkan lapisan-lapisan air, dimana di bagian air paling atas akan lebih hangat sedangkan di bagian bawahnya lebih dingin.

Lapisan ini tentunya akan berefek tidak baik bagi kehidupan ikan yang hidup di dalam akuarium karena gas-gas hasil penguraian sisa makanan atau kotoran ikan akan hilang.

2. Batu Aerasi

batu aerasi

Agar gelembung udara yang dihasilkan aerator tidak merusak dekorasi akuarium, seperti tanaman hias yang ada di pasir atau dekorasi lainnya, maka untuk mengurai gelembung udara tersebut Anda perlu menambah batu aerasi atau batu apung. Batu ini mampu memperkecil ukuran gelembung udara didalam air tanpa mengurangi jumlah oksigen.

Dengan jumlah gelembung yang lebih banyak dan ukurannya yang lebih kecil, dapat menambah luas permukaan kontak udara dengan air, sehingga oksigen terlarut dalam air bisa lebih banyak sampai batas tertentu dan gejolak air di dalam akuarium akan lebih tenang.

3. Filter Akuarium

filter akuarium

Untuk memelihara ikan di akuarium agar tidak cepat mati, kita perlu pengetahuan bagaimana cara memilih filter akuarium yang baik. Filter akuarium berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang ada di dalam air. Kotoran tersebut bisa berasal dari tanaman yang mati, kotoran ikan, sisa-sisa makanan ikan, dan bahan lainnya.

Kotoran-kotoran yang ada di dalam akuarium jika tidak tersaring akan menjadi racun untuk ikan-ikan yang ada disana dan bisa menyebabkan kematian pada ikan-ikan tersebut. Banyak sekali model filter akuarium yang bisa Anda gunakan, tergantung dari besar ukuran akuariumnya.

Sebagai contoh, untuk akuarium ukuran sedang-besar dapat memakai sump filter, cartridge, atau top filter. Untuk akuarium kecil-sedang bisa menggunakan sponge filter atau hang on back.

Jika Anda tidak memiliki kebutuhan yang khusus, Anda bisa menggunakan media standar yang tahan lama seperti fiber, kapas atau sponge.

4. Tempat Pakan ikan

pispider

Kita bisa memberikan tempat khusus untuk pakan ikan di akuarium, hal ini bertujuan agar air yang ada di dalamnya menjadi tidak cepat keruh. Tempat pakan tipe ini bertujuan agar pakan tidak tersebar sembarangan di permukaan air, dan meminimalisir kelebihan pakan yang menyebabkan air akuarium cepat kotor.

Ada juga tempat pakan ikan otomatis (elektrik) yang mengeluarkan pakan secara berkala dan otomatis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Alat ini sangat berguna saat kita harus meninggalkan akuarium untuk beberapa waktu, tetapi harus diperhatikan setelan jumlah pakan yang akan dikeluarkan di setiap putarannya. Kelemahan alat ini adalah bisa mengeluarkan terlalu banyak pakan, jika ukuran pelet pakan ikan terlalu kecil.

5. Jaring Ikan Akuarium

jaring

Perlengkapan ini merupakan alat yang umum harus dimiliki pemelihara ikan hias. Pemelihara ikan di akuarium menggunakan ukuran jaring yang sebanding dengan ukuran spesies yang dipelihara. Jaring ini juga bisa digunakan sebagai alat untuk menulusuri area akuarium untuk mencari sisa kotoran.

6. Vakum Akuarium

vakum akua

Vakum akuarium merupakan perlengkapan yang juga dibutuhkan oleh pemelihara ikan hias di akuarium. Dipakai untuk menyedot air, dan menjaga agar penumpukan bahan organik tetap terkendali, alat ini memungkinkan untuk menyingkirkan sisa makanan yang tidak dimakan, tanaman yang mati, puing dan kotoran-kotoran di dasar akuarium.

Jika bahan organik tidak dibuang dan dibiarkan menumpuk maka kandungan amonia dan nitrat akan melonjak di dalam akuarium, dimana akan memberikan efek yang tidak baik pada ikan.

7. Batu Kerikil Akuarium

kerikil

Kerikil akuarium tersedia dalam berbagai ukuran, dan memilih ukuran kerikil terbaik yang sesuai dengan jenis ikan yang akan dipelihara adalah salah satu yang perlu dipertimbangkan.

Pertimbangan lainnya adalah apakah akuarium Anda akan memiliki tanaman hidup? Jika ya, maka akan lebih baik untuk menghindari kerikil akuarium dan beralih ke substrat tanaman berkualitas dan kaya nutrisi.

8. Impeller Filter

impeler

Impeller filter juga merupakan faktor penting dalam pemeliharaan ikan hias di akuarium, jika rakitan impeller filter retak atau aus, akan sulit untuk menahan posisinya dengan benar di dalam pompa.

Impeller filter dapat mengeluarkan suara berderak yang keras sehingga tidak bisa memompa dengan baik. Dalam beberapa kasus, alat ini bisa berhenti bekerja. Jadi, sebaiknya sediakan satu atau dua impeller sebagai cadangan.

9. Substrat Tanaman

substrat

Memilih substrat tanaman di atas kerikil akuarium adalah salah satu pilihan yang penting terkait perlengkapan akuarium. Terutama jika akuarium akan diletakkan tanaman hidup. Sebaiknya pilih substrat tanaman yang kaya nutrisi untuk membantu tanaman berakar tumbuh subur di lingkungan air.