7 Hewan Langka Di Malaysia yang Mulai Dilindungi

Karena beberapa kondisi menjadikan hewan semakin sulit ditemukan kehadirannya, dan kalau memang lambat laun tidak di urus habitatnya, maka spesies hewan tersebut tidak akan terselamatkan lagi di muka bumi ini.

Rata-rata jenis hewan termahal di dunia inilah yang spesiesnya sudah mulai langka, dikarenakan harga jualnya yang tinggi bisa menguntungkan bagi mereka penangkap hewan tersebut. Nah, dalam pembahasan berikut akan disampaikan terkait jenis hewan langka di Malaysia itu ada apa aja sih, bisa diketahui disini.

1. Harimau Melayu

Harimau Melayu

Untuk harimau berikut biasa disebut dengan Harimau Malaya, dan bisa ditemui di bagian pantai timur Semenanjung Malaysia. Dan masalah kepunahan yang dialami hampir sama seperti penyebab kelangkaan harimau sumatera.

Berbagai macam perburuan liar yang dilakukan oleh masyarakat setempat untuk dijual kulitnya, diambil dagingnya atau beberapa bagian tubuh lain, menjadikan hewan ini semakin terancam kepunahan. Disebutkan sekarang ini populasinya kurang dari 200 ekor saja di alam liar.

2. Black Shrew

Black Shrew

Ketika melihat bentukannya mungkin sudah tidak asing lagi bagi anda, dikarenakan Black Shrew merupakan jenis tikus, dan menjadi yang paling kecil dari jenisnya. Hewan ini diketahui dari Gunung Kinabalu di Negara bagian Sabah, Malaysia, tepatnya di pulau Kalimantan.

Dan hewan pengerat bertubuh kecil ini terancam punah karena hilangnya habitat dan rentang terbatas. Bisa dikatakan untuk penyelamatan spesiesnya sudah terlambat, karena pada waktu terakhir ditemukan cuman ada 1 saja yang tercatat di dekat Gunung Kinabalu, dan mungkin kini juga sudah mati juga.

3. Tapir Melayu

Tapir Melayu

Perlu diketahui bahwa untuk Tapir Melayu ini merupakan jenis tapir paling besar dari keempat jenis tapir yang ada di Dunia. Bukan cuman itu saja, melainkan ini juga merupakan satu-satunya tapir yang berasal dari Asia.

Hewan ini memiliki nama ilmiah Acrocodia Indica, dan memiliki bobot saat di usia dewasa seberat 250 kg. Sedangkan masa gestasinya sendiri rata-rata tercatat cuman bertahan selama 13 bulan saja, alias 1 tahun lebih 1 bulan, ini jelas beda dengan ciri-ciri beruang kutub yang jauh lebih lama.

Namun kini populasinya semakin punah, lantaran hilangnya habitat, penebangan liar yang masih marak terjadi, hingga korban roadkill, alias terbunuh oleh kendaraan yang melintas di jalanan. Data terakhir menunjukkan kalau kini jumlahnya kurang dari 1.500 ekor di Semenanjung Malaysia.

4. Orang Utan

Orangutan

Sebenarnya bukan Malaysia saja, melainkan sebagian dari Orang Utan juga tinggal di Hutan Tropis Indonesia. Karena memang keberadaan mereka banyak ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatra, perbatasan antara kedua Negara ASEAN.

Akan tetapi sekarang ini populasinya semakin menurun, data terakhir mengatakan kini jumlahnya kurang dari 12.000 ekor. Penyebab kepunahan mereka yakni seperti penebangan hutan liar, kebakaran hutan, hingga sumber makanan yang tidak sesuai setelah mereka di relokasi.

Sebenarnya sudah ada berbagai macam upaya pelestarian monyet dan orang utan dari kepunahannya, akan tetapi beberapa kondisi tidak memungkinkan mereka bertahan hidup lebih lama. Dan kebanyakan malah mati dini ketika berada di penangkaran.

5. Gajah Kalimantan

Gajah Kalimantan

Namanya memang mengambil dari salah satu pulau di Indonesia, hanya saja kehadirannya bukan di Kalimantan doang, melainkan juga menyebar hingga ke Sabah, Malaysia. Sedangkan untuk asal-usulnya masih menjadi kontroversi.

Bahkan hingga kini kontroversi tersebut tidak terselesaikan hingga pada akhirnya kepunahan pun sampai datang. Ada hipotesis kalau gajah kalimantan ini sebenarnya dibawah ke pulau Kalimantan dari wilayah Negara Malaysia.

Sama seperti penyebab kelangkaan tapir atau jenis hewan lainnya, dimana gajah kalimantan punah karena hilangnya habitat. Data terakhir menunjukkan kalau populasinya kini tinggal kurang dari 1.500 ekor saja dan terus mengalami penurunan.

6. Monyet Belalai

Bekantan

Sedikit berbeda ketimbang hewan jenisnya, karena Monyet Belalai memiliki hidung jauh lebih besar ketimbang yang lain. Hewan ini juga biasa disebut dengan bekantan dan khas dengan warna rambut coklat kemerahannya.

Bekantan ini sendiri merupakan hewan endemik yang tersebar luas di hutan pada wilayah pulau Kalimantan, dan penyebarannya hingga ke wilayah Malaysia juga. Hewan ini memiliki periode gestasi selama 165 hari.

Cara bekantan bertahan hidup di kerasnya lingkungan hutan yang semakin tidak nyaman memang sudah tak karuan, namun penyebab kepunahannya akibat penebangan dan pembakaran liar memang tak bisa dihindari, begitu juga dengan perburuan.

Laporan terbaru disebutkan hewan ini populasinya sudah kurang dari 7.000 ekor, namun cukup banyak lembaga pelestarian yang masih mampu menjaga ketahanan hidup dan spesies dari Monyet asli Kalimantan tersebut.

7. Trenggiling

Trenggiling

Hewan langka di Malaysia yang terakhir adalah trenggiling, dimana hewan satu ini cukup sulit dicegah dari kepunahan akibat perburuan liar manusia. Karena cara trenggiling melindungi diri hanya dengan melingkarkan tubuhnya, menjadikan pemburu semakin mudah dalam mengambil mereka.

Beberapa lembaga resmi mulai melakukan perkembang biakan secara internal, begitu juga oleh para pecinta hewan juga sudah banyak yang melakukan perawatan terhadan hewan unik satu ini, dan mungkin anda salah satunya. Jika memang iya, makanan trenggiling yang aman ini bisa jadi referensi.

Itulah ketujuh hewan langka di malaysia yang mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi anda semua, agar bisa lebih sayang dan melindungi serta melestarikan alam liar agar mereka tidak semakin terancam kepunahan akibat ulah manusia nakal.